PENGERTIAN HUKUM OHM

PENGERTIAN HUKUM OHM

Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah http://id.wikipedia.org/wiki/Penghantar_listrik”>penghantar selalu berbanding lurus dengan http://id.wikipedia.org/wiki/Tegangan_listrik”>beda potensial yang diterapkan kepadanya.[1][2] Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya.[1] Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah “hukum” tetap digunakan dengan alasan sejarah.[1]

Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:[3][4]

V = I R\

dimana I adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere, V adalah http://id.wikipedia.org/wiki/Tegangan_listrik”>tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt, dan R adalah nilai http://id.wikipedia.org/wiki/Hambatan_listrik”>hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm.

Hukum ini dicetuskan oleh George Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: